Monthly Archives: June 2012

Perawatan Bayi Prematur dengan Metode Kanguru

Bayi prematur  secara fisiologis sulit mempertahankan suhu tubuhnya, mudah terjadi kedinginan segera setelah ia lahir. Faktor-faktor yang mempengaruhi ialah luasnya permukaan tubuh menyebabkan mudah kehilangan panas melalui kulit tubuh bayi, maka dibanding bayi normal bayi prematur mempunyai lebih sedikit simpanan lemak. Oleh karena itu, perawatan bayi prematur harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Baca Selengkapya

Mengenali Faktor-Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur

Idealnya sebuah kehamilan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 37 minggu. Namun demikian karena sebab – sebab tertentu tanpa diduga bayi  lahir lebih cepat dari perkiraan dan bahkan pada saat bayi belum dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan di luar rahim. Pecahnya membran prematur adalah penyebab bayi lahir prematur yang paling umum terjadi. Hal ini bisa terjadi ketika kantung yang berisi bayi dan cairan ketuban pecah atau menyembur sebelum waktunya untuk lahir. Gejala utama dari pecahnya membran prematur ini adalah keluarnya cairan dari vagina baik langsung maupun secara perlahan-lahan, biasanya infeksi vagina atau terlalu banyaknya cairan amniotik bisa menjadi faktor pemicunya. Pecahnya membran prematur juga bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar atau lebih. Baca Selengkapya

Penggunaan Obat-Obatan Pada Ibu Hamil

Masa kehamilan adalah masa dimana seorang wanita membawa janin dalam rahimnya. Janin dalam kandungan mendapatkan nutrisi dan Oksigen dari plasenta (ari-ari) yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi ibunya. Jadi, apapun yang seorang wanita hamil makan atau minum dapat memberikan pengaruh pada janinnya, termasuk penggunaan obat-obatan selama kehamilan. Begitu pula pada wanita menyusui,karena dapat ditelan bayi melewati air susu ibu. Baca Selengkapya

Teknik Menyusui Bayi Sumbing

Tidak semua bayi dilahirkan dengan susunan anggota badan yang normal. Paparan berbagai zat-zat berbahaya, radiasi, dan faktor genetic tidak jarang menimbulkan kecacatan bawaan pada bayi yang dilahirkan, seperti misalnya bayi sumbing. Bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi sumbing, kembar, atau bayi dengan kelainan anatomi mulut lainnya membutuhkan penggunaan teknik menyusui yang berbeda pula. Menyusui bayi sumbing memerlukan perhatian yang paling khusus, karena kelainan anatomi mulut pada bayi sumbing akan mempersulit konsumsi susu bayi, baik ASI maupun susu formula. Baca Selengkapya